Cara Melestarikan Bahasa Daerah Agar Tidak Cepat Punah

Indonesia memiliki begitu banyak keanekaragam bahasa daerah dan itu patut untuk dibanggakan sebagai salah satu kekayaan budaya. Bahasa daerah bukan cuman sebagai alat komunikasi antara satu orang dengan yang lainnya pada daerah yang sama. Akan tetapi sejatinya bahasa daerah juga sebagai alat untuk mengekspresikan kekayaan nilai-nilai budaya maupun kearifan lokal yang semua itu adalah penanda untuk identitas dari sebuah kelompok tersebut.

Sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai masyarakat Indonesia dari berbagai suku dan budaya agar dapat melestarikan bahasa daerah masing-masing agar tidak sampai punah tergerus oleh kemajuan zaman.

Faktor yang Bisa Mempengaruhi Punahnya Bahasa Daerah

Bahasa daerah dapat lambat laun mengalami kepunahan dengan beberapa faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menurunnya jumlah pendukung bahasa daerah tersebut
  2. Perempuan dan laki-laki dari dua suku yang berbeda menikah, akan tetapi tidak diperkenalkan bahasa daerah masing-masing kepada anak-anak
  3. Menurunnya rasa bangga dalam menggunakan bahasa daerah oleh anak-anak di era modern seperti sekarang ini. Kendati memang mungkin sekarang masih sangat banyak masyarakat yang menggunakan bahasa daerah pada kegiatan sehari-hari, namun kebanggaan dari penggunanya saat ini mulai menurun
  4. Masuknya bahasa-bahasa gaul yang dipengaruhi oleh program-program yang ada di televisi ataupun sosial media dan sejenisnya

Cara Melestarikan Bahasa Daerah

Kita tidak dapat mencegah perkembangan zaman yang dari waktu ke waktu terus berjalan. Akan tetapi kita tetap bisa melestarikan bahasa daerah di tengah modernisasi dengan cara-cara yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan bahasa daerah agar tidak cepat punah:

  1. Peran orang tua untuk mulai mengajarkan kepada anak-anak mengenai bahasa daerah sejak dini. Terlebih apabila ibu dan ayah berasal dari dua daerah yang berbeda, penting untuk mengenalkan kedua bahasa daerah kepada anak-anak.
  2. Membiasakan untuk memakai bahasa daerah dalam kegiatan sehari-hari, baik di keluarga maupun lingkungan sekitar. Kecuali ketika berbicara dengan orang yang tidak memahami bahasa daerah tersebut.
  3. Sekolah juga berperan dalam melestarikan bahasa daerah, yakni dengan cara memasukkan mata pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal pada kurikulum. Atau cara lain adalah dengan mengadakan esktrakurikuler yang berkaitan dengan bahasa daerah.
  4. Pemerintah pun tidak kalah penting dibutuhkan perannya untuk melestarikan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah dapat memberikan mandate kepada pemerintahan di bawahnya untuk melaksanakan program-program yang ada kaitannya erat dengan kebahasaan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *